PEMALANG, TRIBUN -- Meski Kelurahan Petarukan, Kabupaten Pemalang sejak Kamis (11/3) terus diguyur hujan, para pelayat Dulmatin terus mendatangi rumah duka di Jl Garuda Petarukan.
Para pelayat datang dari berbagai daerah di sekitar seperti dari Pekalongan dan Tegal. Para pelayat yang sebagian berpeci tersebut seperti tidak mempedulikan hawa dingin akibat hujan mereka terus memenuhi pelataran rumah orang tua Dulmatin yang letaknya di samping pasar Petarukan.
Layos (tenda) untuk para tamu yang tadinya hanya disediakan satu pun kemudian ditambah lagi agar pelayat dapat berteduh.
Hingga pukul 01.00 wib, setidaknya ada sekitar 200an orang pelayat yang hadir di rumah duka.
Para pemuda yang mengenal baik Dulmatin yang bernama asli Joko Pitono dan kemudian diubah menjadi Amar Usman pun memasang spanduk disalah satu tenda dengan tulisan "Ammar bin Usman Sovie bukan Teroris, tapi Mujahid".
Diperkirakan rombongan pengantar Dulmatin akan sampai ke rumah duka Jumat (12/3) sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 wib. Jenazah sendiri telah dibawa dari RS Polri Jakarta pada Kamis sekitar pukul 21.00 wib. (PersdaNetwork/ewa)