|
|
Pontianak
Heboh “Anak Ayam” Lima Siswi SMKN 3
Keluarga Lapor ke Polisi
PONTIANAK, TRIBUN – Ws (17) begitu terpukul atas keputusan Kepala SMK Negeri 3 Pontianak yang mengeluarkan ia dan empat rekannya, Ei (17), Yl (16) dan Sw (16), dan Cm (17). Kelima siswi Kelas 2 AP II tersebut dikeluarkan akibat beredarnya foto mereka di internet melalui jejaring sosial friendster. “Bukan kami yang membuat dan memasukkan foto friendster, tapi disuruh mengaku,” ujar Ws kepada Tribun, Rabu (25/3) malam, di kediaman Yl.
Pada status, tertulis kalimat, “add KaMi yAA.. anak_ayamsmk3@ yahoo.com...” Usia 18, menjadi anggota friendster sejak Februari 2009. Mereka memperkenalkan
Disinggung mengenai keberatan yang diajukan pihak sekolah, menurut mereka beberapa guru mengatakan mereka telah mencemarkan nama baik sekolah dengan berfoto tidak senonoh saat menggunakan seragam sekolah.
Sejak penemuan tersebut, kelimanya diperiksa oleh guru bimbingan dan penyuluhan. “Satu per satu kami dipanggil menghadap guru BP,” jelas Yl. Kelima siswa tersebut menolak mengakui bahwa mereka yang menyebarluaskan foto-foto tersebut. Tidak sampai di situ, orangtua siswa juga dipanggil oleh pihak sekolah.
Menurut Raidiyawati (40), ibu Ei, mereka dipaksa untuk menandatangai
Demikian yang diungkapkan Emiati (59), ibu Yl. Kekesalan masih terdengar dari nada bicara perempuan ramah tersebut. “Masak mereka bilang kalau tetap di sekolah, anak kami tidak akan naik kelas,” jelasnya. Dua orangtua murid tersebut berkeinginan anak-anaknya dapat terus melanjutkan sekolah. “Kami minta sekolah mempertimbangkan kembali keputusannya,” jelas Raidiyawati. Demikian yang diharapkan oleh tiga siswi yang ditemui Tribun.
“Kami masih ingin sekolah. Kami ingin selesai di SMKN 3,” ujar Ws. Demikian yang diharapkan Yl dan Ei. Mereka berkeinginan agar pihak sekolah tidak memvonis mereka sebagai pembuat friendster bermasalah tersebut. Informasi yang diterima Tribun, kelima siswi tersebut dalam waktu dekat akan menghadapi ulangan umum.
Delapan Foto
Hasil penelusuran Tribun, setidaknya delapan foto yang terpampang di friendster. Delapan foto tersebut memperlihatkan
Foto lainnya menunjukkan Ws bersama empat rekannya yang lain tengah berpose menggunakan seragam sekolah mereka. Pihak sekolah berpendapat bahwa
Enam dari delapan foto yang terpampang di friendster diakui Ws dan rekan-rekannya sebagai milik mereka. Sedangkan satu foto yang menampakkan pakaian dalam wanita mereka bantah. “Itu bukan milik kami,” jelas Ws.
"Kalau foto saya yang membuka kancing, itu milik pribadi saya. Seingat saya hanya satu orang yang memilikinya,” ujar Ws menyebutkan Vn, rekan wanita di sekolahnya. Menurutnya ia pernah bertukar foto untuk di cetak bersama Vn. Tanpa sengaja, foto tersebut terkirim ke Hp milik Vn. “Saya tidak menuduh, tapi
Lapor Polisi
Merasa lelah mencari keadilan untuk pendidikannya, Ws, Ei dan Yl melaporkan hal tersebut ke Poltabes Pontianak. Laporan pidana mengenai perbuatan tidak menyenangkan tersebut mereka tujukan kepada seorang pejabat sekolah. Laporan tersebut dibuat setelah kelimanya dituduh mengedarkan foto oleh guru tersebut.
Kasi Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Purwoko Erimawan, yang dikonfirmasi Tribun, mengaku belum menerima laporan dari kepala SMKN 3 mengenai pengeluaran lima siswinya.
ARTIKEL TERKAIT : Tribun Pontianak
komentar
|
Jumat, 30 Juli 2010
|