Ekonomi dan Bisnis
Pewaralaba Lokal Cemaskan Investor China
Minggu, 7 Februari 2010 | 23:47 WIB

JAKARTA, TRIBUN - Jika tak ada aral melintang perusahaan China dengan produk kuliner, verbal, kecantikan pendidikan, dan ritel akan memasuki pasar Indonesia.
 
Hal ini tentu saja menjadi kecemasan bagi waralaba lokal. Pasalnya, selama ini beberapa perusahaan yang datang membuat cabang tidak membuat sistem waralaba dengan menggaet mitra lokal.

Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Amir Karamoy mengungkapkan saat ini tingkat kegagalan waralaba lokal masih 50 persen.
 
Dengan adanya Asean-China Free Trade Area dimungkinkan waralaba lokal akan terpuruk jika tidak ada proteksi dalam bentuk aturan yang tegas mengenai PMA yang akan masuk ke Indonesia.
 
"Kalau mereka masuk mestinya membuat sistem waralaba dan bermitra dengan pengusaha lokal, Jangan seperti starbuks yang bebas membuat cabang tanpa bermitra," ulasnya.

Amir menambahkan, ada sekitar lima perusahaan China yang siap datang ke sini dengan langsung membuat cabang. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan pewaralaba lokal, apalagi bisa diprediksi harga yang akan mereka tawarkan akan bisa lebih murah dengan investasi yang tidak terbatas.
 
"Bisa saja mereka akan monopoli," jelasnya.

Sebelumnya, Amir sudah bertemu dengan Menteri Perdagangan Mari Elka, katanya menirukan ucapan Mari, pertengahan tahun ini akan dibuat aturan setingkat peraturan pemerintah soal waralaba.
 
Namun, Amir menjelaskan jika terlalu lama aturan tersebut dibuat pewaralaba lokal sudah mati duluan sebelum aturan itu rampung.
 
"Kami baru bertemu dan mendesak segera dibuat aturan soal PMA yang masuk mesti menganut sistem waralaba," urainya. (kontan)

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved | About Tribun Pontianak | Pasang Iklan | Berlangganan