|
|
Sulawesi
Polisi Banting Motor di HMI
SEKRETARIAT HMI - Kaca-kaca jendela berserakan di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar di Jl Botolempangan, Kamis (4/3), setelah diserbu polisi. Penyerbuan brutal itu memancing reaksi mahasiswa dan alumni HMI. Makassar, Tribun - Puluhan polisi baik berpakaian dinas maupun sipil mengamuk di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Jl Botolempangan, Makassar, Kamis (4/3) siang. Mereka membanting dan merusak puluhan motor, kaca meja, lemari, dan apa saja inventaris yang ada di dalam gedung sekretariat warisan dari masa kepengurusan Jusuf Kalla (mantan Wapres RI) saat menjadi ketua cabang.
Polisi yang mengamuk menghantam dengan batu, balok, parang, dan benda keras lainnya terhadap apa yang ada di depannya. Seluruh kaca hancur berantakan. Sedangkan motor ditumpuk lalu dipukuli batu dan dipecahkan apa saja yang bisa pecah.
Kejadian ini merupakan buntut kasus penyerangan pada Rabu (3/3) malam. Saat itu, beberapa oknum polisi melempari sekretariat HMI dengan batu. Pelemparan tersebut terkait perselihan seorang mahasiswa Universitas 45 Makassar bernama Ashari Setiawan alias Kama Cappi dengan AKP Sukirman dari Densus 88 Polda Sulselbar.
Perselihan berawal saat Kama bersama rekan-rekannya melakukan aksi di depan kampus di Jl Urip Sumoharjo, siang harinya. Kama cs mencegat mobil berpelat merah dan akan membakarnya namun dihalangi oleh aparat kepolisian. Usai demo, Kama lalu menuju ke Sekretariat HMI Cabang Makassar melalui rute yang jaraknya sekitar 10 kilometer.
Ternyata Kama diikuti oleh aparat kepolisian. Saat tiba di depan sekertariat HMI, Sukirman berupaya menangkapnya. Aktivis HMI yang ada di sekretariat keluar membantu Kama sehingga terjadi keributan dan saling lempar antara mahasiswa dan Sukirman cs. Sekretariat HMI dihujani batu.
Polisi lalu mengamankan tiga aktivis HMI termasuk Ketua HMI Cabang Makassar Amal Sakti di Polwiltabes Makassar. Polisi beralasan, ketiga aktivis itu tidak diamankan. Mereka hanya dimintai keterangan. Namun, para aktivis tersebut mengaku diperlakukan kasar dan dipukuli penyidik.
Ketegangan antara polisi dan aktivis HMI berlangsung hingga tengah malam.
Bentrok Lanjutan
Kemarin, mahasiswa Makassar melakukan demonstrasi memprotes polisi atas insiden sebelumnya. Mereka turun ke jalan. Ada yang di depan kampus mereka seperti Univesitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Univesitas Negeri Makassar (UNM), dan Univesitas Hasanuddin (Unhas).
Sejumlah mahasiswa lainnya bergabung ke sekretariat HMI Cabang Makassar. Massa yang ada di sekretarian HMI melakukan aksi tutup jalan. Tak lama kemudian mereka mendatangi Mapolsekta Ujungpandang di Jl Arief Rate yang tidak jauh dari sekretariat HMI Cabang Makassar.
Terjadi saling lempar. Karena terdesak, polisi dibantu oleh sejumlah warga sipil. Melihat banyak warga, mahasiwa berhenti melempar. Polisi dan warga lalu memukul mundur mahasiswa hingga ke sekretariatnya. Sempai di sekretariat HMI itulah polisi melakukan aksi brutal.
Bentrokan baru reda setelah Kapolwiltabes Makassar, Kombes Pol Gatta Chairuddin tiba di lokasi bersama Presidium Korps Alumni HMI (Kahmi) Sulsel, Prof Dr Amran Razak, yang ditemani beberapa pengurus Kahmi lainnya.
Tak lam kemudian, Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Sulselbar, Irjen Pol Adang Rochjana, juga tiba dilokasi. Mereka lalu bertemu di sekretariat HMI bersama sejumlah pengurus HMI.
Pengakuan Kapolda
Adang mengaku tidak tahu menahu akan adanya aksi penyerangan ke HMI. "Demi Allah dan Rasullullah. Saya tidak mengetahui (rencana) kejadian ini. Saya meminta maaf," kata Adang dalam pertemuan tersebut.
Adang berjanji akan mengusut tuntas masalah ini dan menindak aparatnya yang terbukti bersalah. Adang mengatakan, kejadian ini sebenarnya masalah personal dua orang saja (Kama dan Sukirman).
Adang menjanjikan bahwa, dia akan mengusut tuntas kasus ini sampai dengan selesai. Dia berjanji akan akan mengganti rugi seluruh kerusakan akibat ulah oknumnya dan membentuk tim investigasi bersama pihak HMI.
Mengecam
Sejumlah alumni HMI yang tergaung dalam Kahmi mengecam pengrusakan yang dilakukan polisi. Mereka melakukan jumpa pers tadi malam di Sekretariat HMI Cabang Makassar. Jumpa pers tersebut diikuti oleh Presidium KAHMI Pusat, Tamsil Linrung dan sejumlah pengurus Kahmi Sulsel seperti Presidium Pimpinan Mejelis KAHMI Sulsel Nur Azis Thalib, Sekretaris KAHMI Sulsel, Sabri AR, Amran Razak, Dewan Penasihat KAHMI Sulsel Isjaya Kaladeng, Tobo Chaeruddin, Syamsiah Yunus Tekeng, dan sejumlah aktivis HMI Sulsel ikut dalam konferensi pers ini.
Tampil mengaku percaya jika pelaku penyerangan sekretariat HMI Cabang Makassar adalah aparat kepolisian. "Awalnya saya tidak percaya informasi yang menyebut pelaku penyerangan adalah aparat kepolisian. Tapi setelah bertemu dengan adik-adik mahasiswa, mengumpulkan informasi, dan melihat data-data yang dihimpun, saya akhirnya percaya juga," kata Tamsil.
Meski menyebut pelakunya aparat, Tamsil mengimbau aktivis HMI untuk mempercayakan penyelesaian masalah ini ke proses hukum. "Kita percayakan penyelesaiannya kepada aparat kepolisian. Apalagi Kapolda Sulsel sudah memperlihatkan niat baiknya dengan mendatangi tempat ini," lanjut Tamsil.Tamsil mengaku sudah ditelepon kapolda untuk memediasi pertemuan dengan aktivis HMI membahas masalah ini.
Sebelumnya, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang juga berkunjung ke sekretariat HMI. Mewakili gubernur, Agus mengimbau kedua belah pihak, baik itu aparat kepolisian maupun aktivis HMI untuk menahan diri.
"Tadi, pak kapolda sudah menyampaikan kepada pak gubernur, bahwa aparat yang diduga sebagai pemicu sudah diproses di internal kepolisian," kata mantan Ketua DPRD Sulsel ini. (ali/cr7/cr/sur)
Tribun Pontianak komentar
|
Jumat, 30 Juli 2010
|