/ Home / Sulawesi /
Sulawesi
Rektor Curigai Bentrok Bergiliran di Kampus
TribunTimur
Prof Dr Natsir Hamzah MSI

MAKASAR,TRIBUN - Pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memutuskan untuk meliburkan mahasiswa, Senin (8/3) dan Selasa (9/30, untuk mengantisipasi rencana aksi besar-besaran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, hari ini.

 
Rektor UMI, Prof Dr Nasir Hamsah, menjelaskan, kebijakan tersebut diambil karena mewaspadai kemungkinan skenario "bentrokan bergilir" di sejumlah kampus di Makassar. 
 
"Setelah mencermati dan mengkaji kejadian di Makassar beberapa hari terakhir, ada indikasi bentrokan mahasiswa-polisi dimanfaatkan pihak ketiga untuk menciptakan suasana tidak kondusif di Makassar," kata Nasir, Minggu (7/3).
 
Sebelumnya, bentrok mahasiswa-polisi terjadi sejak Rabu (3/3) malam hingga Jumat (5/3) sore. Bentrokan berawal dari sekretariat HMI Cabang Makassar di Jl  Botolempangan yang diawali dengan penyerbuan oknum polisi ke sekretariat organisasi ekstra kampus ini. 
 
Bentrokan kemudian berlanjut ke Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin dan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). 
 
Sementara Rektor Universita Hasanuddin (Unhas) Prof Dr dr Idrus Paturusi SpBO, Rektor UIN Alauddin Prof Dr Azhar Arsyad MA, dan Pembantur Rektor III UNM, Prof Dr Hamsu  Gani MPd, menejelaskan, aktivitas perkuliahan di ketigas kampus perguruan tinggi negeri tersebut tetap berjalan normal.  
 
"Adik-adik mahasiswa sudah menyatakan komitmennya untuk menggelar aksi damai dan simpatik. Kegiatan akademik di kampus kami juga sedang padat sehingga tidak kebijakan meliburkan mahasiswa," jelas Idrus.
 
Ketua HMI Cabang Makassar, Amal Sakti, mengatakan, pihaknya terus menggalang konsolidasi dengan sejumlah kampus terkait rencana aksi besar-besaran besok. 
"Sampai sekarang (tadi malam), rencana aksi demo besok (hari ini) belum mengalami perubahan. Kita menuntut polisi menuntaskan kasus penyerbuan sekretariat kami (HMI). Teman-teman juga tetap mendesak mengawal proses hukum kasus Bank Century," katanya. 
 
Tutup Pintu
Selain ingin membenturkan polisi-mahasiswa, pihak ketiga juga dicurigai ingin memprovokasi warga di sekitar kampus untuk memusuhi mahasiswa. 
"Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di kampus UNM dan UIN, maka saya dan ketua yayasan sepakat untuk meliburkan mahasiswa dua hari. Jangan sampai ada skenario bentrokan di kampus dilakukan bergiliran," lanjut Nasir.
 
Semua pintu masuk di kampus UMI akan ditutup. Unit kegiatan mahasiswa juga diminta tidak beraktivitas selama dua hari. Satpam kampus diminta stand by di pintu kampus untuk memberi pengertian mahasiswa untuk tidak beraktivitas di kampus.
 
"Tanpa berniat menghalangi kebebasan berekspersi dan menyampaikan pendapat di muka umum, kami harap pimpinan organisasi eksta kampus di UMI untuk tidak beraktivitas di kampus selama dua hari," lanjut Nasir. 
 
Sementara Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin berharap aksi mahasiswa tidak menghalangi aktivitas warga. Ilham berharap mahasiswa memberi kesempatan kepada tim pencari fakta yang dibentuk polisi dan HMI untuk bekerja mengungkap dalang bentrokan antara polisi-HMI. 
 
Jangan Disusupi
Dikonfirmasi terpisah Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang berharap aksi unjuk-rasa besar-besaran mahasiswa Makassar hari ini berlangsung aman dan damai. 
"Menurut laporan yang masuk, besok akan ada aksi besar-besaran secara damai. Oleh karena itu kami mengimbau semua pihak khususnya mahasiswa agar tidak tersusupi. Semua pihak  tidak mudah terprovokasi. Kami mengimbau demo ini secara damai dan tidak menghalangi aktivitas masyarakat dan tidak anarkis," kata Agus. 
 
Ia berharap pihak kepolisian yang menangani aksi mahasiswa bisa mengedepankan tindakan persuasif. Sedangkan mahasiswa dan masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing untuk melakukan tindakan anarkis. 
 
"Kami berharap sebesar apapun aksi unjuk rasa besok (hari ini) jangan sampai menutup jalan. Paling tidak roda perekonomian tetap harus berjalan. Semua ini kan sudah berproses dan kejadian di Makassar ini sudah menjadi keprihatinan nasional. Kita akan mencari solusi bersama-sama," tambahnya.
 
Agus mengaku selama insiden di Makassar dirinya menerima pesan singkat maupun telepon dari tokoh maupun pejabat di Jakarta yang menanyakan kasus tersebut. 
 
Mantan Gubernur Gorontalo yang kini menjabar Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, berkunjung ke Wisma HMI Makassar, tadi malam.
 
Fadel dan rombongan diterima oleh Ketua HMI cabang Makassar, Amal Sakti, dan puluhan pengurus HMI dari beberapa komisariat yang ada di Makassar.
Dalam pertemuan singkat tersebut, Fadel meminta Amal untuk menceritakan kronologis awal mula kejadian. Sesekali terdengar suara turunkan SBY dan Budiono  yang hanya disambut senyum oleh Fadel.
 
Provokator
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Polisi Adang Rochjana, mengaku sudah mengantongi sejumlah nama  yang  diduga kuat menjadi aktor di balik kerusuhan di Makasssar beberapa hari lalu.
 
Hal tersebut diungkapkan Adang, saat mengglar jumpa pers di kediamannya di Jl Andi Mappaoddang, kemarin. Selain Adang, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar Muhammad Ahmad, dan sejumlah pejabat utama Mapolda Sulsel juga hadir.
 
Hanya saja Adang, enggan membeberkan nama-nama provokator tersebut, termasuk apakah dari pihak mahasiswa, oknum polisi, atau dari elemen lainnya.
"Ini masih kami selidiki, namun kuat dugaan kami merekalah yang menjadi otak kerusuhan di Kota Makassar selama beberapa hari berturut-turut," jelas Adang.
 
Jenderal polisi bintang dua ini juga mengakui adanya sejumlah pihak yang tidak senang dengan munculnya wacana perdamaian antara pihak kepolisian dan mahasiswa.
 
Adang menambahkan, sehari sebelum terjadinya kerusuhan di Makassar, dia sudah mendengar isu kekerasan yang terjadi antara polisi dan HMI di Jakarta. "Kok pecahnya di Makassar. Jadi memang ada pihak yang berusaha memmperpanjang masalah ini," jelasnya.
 
Tak Bersenjata
Dalam pertemuan tersebut Adang, mengatakan bahwa sejumlah polisi yang melakukan pengamanan terhadap demonstran tidak diperlengkapi dengan senjata lengkap.
 
Selain itu kapolda juga membentuk sejumlah tim dari kepolisian untuk menghalau masyarakat yang mencoba bergabung di pihak kepolisian saat aksi tersebut berlangsung.
 
Kumpul Aktivis
Terpisah, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Industri (FTI) dan Ilmu Komputer UMI Makassar, Zakir Sabhara, menggelar pertemuan dengan ketua-ketua lembaga mahasiswa dan pengurus komisariat HMI se FTI-FIK UMI, kemarin sore. 
 
Pertemuan ini dalam rangka menyatukan persepsi menghadapi rencana demo besar-besaran yang rencananya digelar HMI hari ini.
 
Zakir mengomunikasikan instruksi rektor dan ketua yayasan UMI mengenai larangan aktivitas di sekitar kampus.
 
"Kita apresiasi kebijakan pimpinan UMI untuk meliburkan aktivitas di kampus. Kita juga tidak menghalangi aksi damai dan aksi solidaritas mahasiswa. Tetapi kebijakan ini harus dimaknai untuk kebaikan bersama sekaligus memberi kesempatan kepada tim pencari fakta polisi-HMI bekerja mengungkap kasus ini," kata dosen yang juga mantan aktivis mahasiswa ini. (sur)

Tribun Pontianak
Bergabung dengan Facebook Tribun Pontianak

e-mail : tribunpontianak@yahoo.com
SMS Hotline : 081257554020
Sirkulasi : (0561) 725588
Iklan : (0561) 7910123

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Jumat, 30 Juli 2010