SUMBER, TRIBUN — Enam ekor dari sejumlah kura-kura produktif yang sudah terjangkit penyakit saat ini sudah sangat lemah.
Pada dadanya tampak bercak-bercak yang menjalar hingga bagian tempurung. Selain itu, tempurung kura-kura tersebut juga perlahan menjadi lunak, dan matanya menjadi buta.
"(Hal itu) berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Cirebon," kata Riki.
Menurut tim kesehatan, kura-kura tersebut mati karena terserang bakteri. Untuk mengantisipasi kematian lebih banyak, petugas dari DKP memberi obat PK yang berkhasiat membunuh bakteri, dan OTC sebagai vitamin.
Namun, obat-obat tersebut tidak berdampak apa-apa bahkan kematian kura-kura semakin banyak. Upaya pencegahan lain adalah memindahkan kura-kura tersebut ke kolam penampungan yang lain dan memisahkan kura-kura yang sehat dari yang sudah terjangkit penyakit.
Sementara itu, Yayat, Kepala Dusun A Desa Belawa, mengharapkan bantuan dari instansi terkait untuk segera mengambil tindakan terhadap kejadian wabah penyakit yang menyerang kura-kura penghuni Objek Wisata Belawa. Obyek wisata ini merupakan penghasilan asli daerah (PAD) dan kebanggaan masyarakat Desa Belawa.
"Kami mengharapkan perhatian dari instansi terkait atas musibah ini. Semoga tidak sampai kura-kura di Belawa ini menjadi punah," katanya, Rabu (10/3/2010). (Kompas.com)