Sakum (40) putra Betawi yang berjualan aneka asesoris Gus Dur dalam mengungkapkan hidup dan mati Gus Dur sungguh-sungguh menjadi berkah bagi rakyat Kecil.
Demikian diungkapkan Sakum, Sabtu (13/03/2010) yang sudah berjualan asesoris Gus Dur sejak tahun 2004, di sisi kanan tempat Sarasehan Nasional ISNU Pra Muktamar NU XXXII di Pesantren Ciganjur.
Sakum kerap bergabung dengan para Gusdurian dalam Kongkow Bareng mengenai Gus Dur di Utan Kayu, Jakarta. "Di sela-sela mengikuti acara, saya berjualan dan hasilnya lumayan 200 ribu," ungkap Sakum.
"Untuk acara Sarasehan ini, saya buka dari pagi sampai malam ini alhamdulilah sudah dapat 400 ribu," terang Sakum saat ditanya penghasilan satu hari ini.
Sakum melihat sosok Gus Dur sebagai tokoh yang benar-benar mencintai wong cilik.
"Hidupnya aja udah membuat masyarakat kecil makan alias mendapat berkah. Apalagi matinya, memberikan berkah bagi orang-orang kecil yang berjualan, baik di kuburannya maupun seperti saya yang berjualan barang-barang tentang Gus Dur," pungkas Sakum di tengah pembeli yang mulai banyak datang membeli. (Andri Malau)